semut

; Indonesian Research and Vocational Education Certification (IRVEC) - IRVEC-EDU with SMK3 Program........................Indonesian Research and Vocational Education Certification (IRVEC) - IRVEC-EDU with SMK3 Program

Jumat, 01 Juli 2016

MEMILIH TEKNIK RISK ASSESSMENT

MEMILIH RISK ASSESSMENT TOOL

Dalam dunia safety terdapat tool atau metode untuk melakukan risk assessment. Dalam OHSAS 18001: 2007 mendefinisikan risk assessment sebagai
process of evaluating the risk(s) (3.21) arising from a hazard(s), taking into account the adequacy of any existing controls, and deciding whether or not the risk(s) is acceptable
(sebuah proses untuk mengevaluasi resiko yang berpotensi menimbulkan bahaya, dengan mengambil beberapa tindakan pengendalian yang telah dijalankan yang dianggap sesuai, serta menetapkan kapan sebuah resiko bisa diterima atau tidak).
Wikipedia mendefiniskannya dengan :
Risk assessment is the determination of quantitative or qualitativevalue of risk related to a concrete situation and a recognized threat(also called hazard).
(Risk assessment adalah penentuan baik secara kuantitatif maupun kualitatif sebuah nilai resiko yang berkaitan dengan keadaan nyata dan acaman yang sudah dikenali (atau disebut dengan bahaya). Organisasi ISO telah mengeluarkan sebuah standar yang berbicara tentang risk manajemen dengan seri standarnya ISO 31000. Kemudian keluar ISO 31000 mengeluarkan sebuah standar 31010 yang berbicara tentang risk Assessment Technique, disana disebutkan ada 31 teknik yang bisa digunakan,
Bagaimana cara penggunaan metode tersebut, keunggulan dan kelemahannya.
Yang lazim digunakan dalam OHSAS 18001 untuk melakukan risk assessment adalah HIRADC. Tujuan dari HIRADC adalah mengidentifikasi resiko dan bahaya yang potensial disebabkan dari resiko tersebut, kemudian dilakukan penilaian terhadap kombinasi dari tingkat kemungkinan, severity (keparahan), dan tindakan pengendalian yang dilakukan, sehingga dapat ditentukan sebuah resiko dapat diterima atau tidak
Berikut beberapa pertimbangan didalam menentukan teknik apa yang akan digunakan :
1.   Pilih tool / metode yang paling mudah dan paling praktis untuk digunakan dalam membantu pekerjaan.
2.   Tool yang digunakan sesuai dengan jenis potensi resiko pekerjaan.
3.   Pertimbangkan juga cost atau biaya yang dikeluarkan didalam menggunakan tool tersebut.
4.   Pertimbangkan juga waktu yang diperlukan untuk mengimplementasikan tool tersebut.
5.   Komitmen dari top manajemen, ketika menerapkan tool tertentu sebagai risk assessment yang dipilih.
Pada intinya, tool atau teknik apapun yang digunakan memiliki sisi kelebihan dan kekurangan, dan keberhasilan dari penggunaan teknik tersebut adalah sejauh mana identifikasi yang dilakukan dan tindakan pengendalian yang ditentukan. Semakin detail dalam mengidentifikasi resiko yang mungkin timbul dari suatu proses, maka akan semakin bagus risk assessment yang dicakupinya, begitu juga semakin tepat tidakan pengendalian yang diterapkan akan membuat sebuah risk assessment berhasil didalam mengurangi atau menghilangkan resiko yang ditimbulkan, dimana ini adalah tujuan utama dilakukannya risk assessment.

1 komentar: