MEMILIH RISK ASSESSMENT TOOL
Dalam dunia safety terdapat tool atau metode untuk
melakukan risk assessment. Dalam OHSAS 18001:
2007 mendefinisikan risk assessment sebagai
process of evaluating the risk(s) (3.21) arising from a hazard(s),
taking into account the adequacy of any existing controls, and deciding whether
or not the risk(s) is acceptable
(sebuah proses untuk
mengevaluasi resiko yang berpotensi menimbulkan bahaya, dengan mengambil
beberapa tindakan pengendalian yang telah dijalankan yang dianggap sesuai,
serta menetapkan kapan sebuah resiko bisa diterima atau tidak).
Wikipedia
mendefiniskannya dengan :
Risk assessment is the determination of quantitative or qualitativevalue of risk related to a concrete situation and a
recognized threat(also
called hazard).
(Risk assessment adalah penentuan baik secara kuantitatif maupun
kualitatif sebuah nilai resiko yang berkaitan dengan keadaan nyata dan acaman
yang sudah dikenali (atau disebut dengan bahaya). Organisasi ISO telah
mengeluarkan sebuah standar yang berbicara tentang risk manajemen dengan seri
standarnya ISO 31000. Kemudian keluar ISO 31000 mengeluarkan sebuah standar
31010 yang berbicara tentang risk Assessment
Technique, disana disebutkan ada 31 teknik yang bisa digunakan,
Bagaimana cara penggunaan metode tersebut, keunggulan dan
kelemahannya.
Yang lazim digunakan dalam OHSAS 18001 untuk melakukan risk
assessment adalah HIRADC. Tujuan dari HIRADC adalah mengidentifikasi resiko dan
bahaya yang potensial disebabkan dari resiko tersebut, kemudian dilakukan
penilaian terhadap kombinasi dari tingkat kemungkinan, severity (keparahan),
dan tindakan pengendalian yang dilakukan, sehingga dapat ditentukan sebuah
resiko dapat diterima atau tidak
Berikut beberapa pertimbangan didalam menentukan teknik apa yang
akan digunakan :
1. Pilih tool / metode yang paling mudah dan
paling praktis untuk digunakan dalam membantu pekerjaan.
2. Tool yang digunakan sesuai dengan jenis
potensi resiko pekerjaan.
3. Pertimbangkan juga cost atau biaya yang
dikeluarkan didalam menggunakan tool tersebut.
4. Pertimbangkan juga waktu yang diperlukan untuk
mengimplementasikan tool tersebut.
5. Komitmen dari top manajemen, ketika menerapkan
tool tertentu sebagai risk assessment yang
dipilih.
Pada intinya, tool atau teknik apapun
yang digunakan memiliki sisi kelebihan dan kekurangan, dan keberhasilan dari
penggunaan teknik tersebut adalah sejauh mana identifikasi yang dilakukan dan
tindakan pengendalian yang ditentukan. Semakin detail dalam mengidentifikasi
resiko yang mungkin timbul dari suatu proses, maka akan semakin bagus risk assessment yang dicakupinya, begitu juga
semakin tepat tidakan pengendalian yang diterapkan akan membuat sebuah risk assessment berhasil didalam mengurangi atau
menghilangkan resiko yang ditimbulkan, dimana ini adalah tujuan utama
dilakukannya risk assessment.
pada malas baca
BalasHapus