LEMBAGA
PENDIDIKAN & PELATIHAN IRVEC-EDU
1.
Latar
Belakang
Pendidikan memberikan peranan sangat penting
dalam rangka pengembangan Sumber Daya Manusia bermutu yang akan memberikan kontribusi yang besar
dalam pembangunan negara. Upaya
pendidikan untuk mewujudkan bangsa yang mandiri tidak terlepas dari sistem
pendidikan yang telah ditetapkan di Indonesia. Seperti yang tercantum dalam UU
No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional) pasal 13 ayat (1), “Jalur
pendidikan terdiri atas pendidikan formal,
nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya”.
Subsistem pertama disebut pula pendidikan sekolah, sedangkan subsistem pendidikan nonformal dan informal
berada dalam cakupan pendidikan luar sekolah.
Indonesia
bersama Negara - negara di ASEAN telah menerapkan Masyarakat Ekonomi ASEAN
(MEA) akhir 2015. Salah satu dampak
kesepakatan tersebut adalah terciptanya pasar bebas di bidang permodalan,
barang dan jasa,serta tenaga kerja. , Pekerja asing dan produk dari negara-negara
ASEAN berpotensi menyerbu Indonesia saat MEA diberlakukan mulai tahun
2015. Pemerintah dan masyarakat harus bersiap menghadapinya, bahkan wajib
mengambil manfaat dari kesepakatan regional trsb.
Memasuki era global awal
2016, dunia pendidikan di Indonesia pada saat ini dan yang akan datang masih
menghadapi tantangan yang semakin berat serta kompleks. Indonesia harus mampu
bersaing dengan negara-negara lain baik dalam produk, pelayanan, maupun dalam
penyiapan sumber daya manusia. Beberapa tantangan dapat dikemukakan pada contoh
berikut
o
Posisi Indonesia dalam
peringkat daya saing bangsa di dunia internasional adalah ; nomor 102 dari 106
negara Asia Afrika yang disurvei Human Development Indkes (HDI), nomor 12 dari
12 negara Asia yang disurvei PERC
o
Dampak akibat krisis
ekonomi yang masih amat dirasakan adalah tingginya angka tidak melanjutkan ke
jenjang yang lebih tinggi, diperkirakan : SD ke SLTP 19,3% ; SLTP ke SLTA 34,4%, SLTA
ke PT 53,12%. Sementara itu daya tampung ke Perguruan Tinggi Negri
hanya 11,4 %, artinya jumlah yang
memasuki pasar kerja tanpa memiliki kompetensi mencapai 88,6%.
Kebutuhan Pendidikan
Kesadaran akan kebutuhan pendidikan dari
masyarakat semakin meluas seiring terjadi nya
realitas makin dibutuhkannya berbagai macam keahlian dalam menyong song
kehidupan yang semakin kompleks dan penuh tuntutan, maka wajar masyarakat
menghendaki berbagai penyelenggaraan pendidikan dengan program-program
keahlian
2. Dasar Pemikiran
Dalam upaya menyiapkan Sumber Daya Manusia
Indonesia Kompeten melalui jalur Pendidikan Luar Sekolah dengan mengacu pada
regulasi yang ada ;
o
Pasal 61 ayat
3 UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Ketentuan tersebut menyebutkan bahwa penyelenggara pendidikan dan lembaga
pelatihan memberikan sertifikat kompetensi kepada peserta didik dan warga
masyarakat. Hal ini merupakan pengakuan terhadap kompetensi untuk melakukan
pekerjaan tertentu setelah peserta didik lulus uji kompetensi.
o
Undang-Undang No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.
o
Undang-Undang No.32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan
Daerah
o
Peraturan Pemerintah No.23 Tahun 2004 Tentang BNSP, (Badan Nasional Sertifikasi Profesi )
o
Peraturan Pemerintah No.31 Tahun 2006 Tentang Sistem
Pelatihan Kerja Nasional
Diperlukan pelaksanaan pendidikan luar sekolah dalam upaya
yang sungguh sungguh untuk pendidikan & pelatihan Tenaga kerja
Indonesia yang besar dalam jumlah tapi rendah dalam kompetensi agar dapat
ditingkatkan kualitasnya ,
dapat
dioptimalkan pendayagunaannya,
serta akan dapat menjadi modal dasar pembangunan yang kuat dalam upaya mendorong
pertumbuhan ekonomi dan daya saing nasional dipasar global. Untuk itu, seluruh instansi terkait dengan peningkatan
kualitas SDM Indonesia yang ada
di berbagai sektor dan daerah, perlu dioptimalkan pemanfaatannya dan di senerji kan
operasionalisasinya.
3. Tujuan Pendirian Lembaga
Dari
Latar Belakang dan Dasar Pemikiran di atas maka, YAYASAN PENELITIAN DAN
SERTIFIKASI PENDIDIKAN VOKASI
INDONESIA berencana menye lenggara kan Kegiatan
melalui PUSAT KEGIATAN
BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) dengan
mengembangan berbagai program yang diakhir proses belajarnya akan di bekali
dengan sertifikasi kompetensi kerja relevan di akui dan terima secara lokal,
regional dan internasional, adapun PKBM tersebut adalah Bernama LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN IRVEC–EDU (PKBM IRVEC-EDU). yang akan melakukan
kegiatan kursus kursus, Pelatihan dan Pendidikan Relevan dengan mengacu pada
kulrikulum, silabus dan standar pembelajaran baku yang menjadi prasyarat
kompetensi kerja personal.
Kursus kursus tersebut meliputi untuk keterampilan
kerja di industri maupun untuk keterampilan kerja mandiri seperti ;
- K3
umum untuk Industri
- K3 Listrik Industri
- Program Paket C Vokasi atas peminatan
peserta atau permintaan industri.
- Kursus
Komputer
- Kursus
Bahasa Inggris
- Kursus
Kecantikan
- Kursus
Tata Boga
- Kursus
Tata Busana, dan lain sebagainya.
- Semua Kursus kursus
tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kerja , pengetahuan dan sikap kerja mandiri peserta
didik sesuai dengan minat dan bakatnya sehingga memiliki bekal kemampuan untuk
bekerjadi industri dan/atau berusaha mandiri dalam rangka meningkatkan kualitas
hidupnya.
Jenis Pendidikan Keterampilan/Vokasi
Jenis pendidikan keterampilan yang diselenggarakan sesuai
kebutuhan masya rakat, dunia usaha/dunia industri, pasar kerja, dan /atau
berpeluang membuka usaha mandiri.
Pendekatan Program
Program diselenggarakan berdasarkan atas hasil identifikasi
kebutuhan kerja atau peluang usaha, dengan mempertimbangkan peluang usaha / kerja
yang ada sesuai dengan jenis keterampilan yang akan dilatihkan dan peluang
usaha baru dengan memberdayakan potensi sumber daya lokal, misalnya menjadi
pekerja perusahaan industri, tour guide, salon, bengkel, dll.
Sertifikasi
Setelah peserta kursus selesai mengikuti proses pembelajaran
lengkap, maka yang bersangkutan mendapatkan Sertifikat kompetensi setelah
melalui uji kompetensi yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi
(LSP) sesuai jenis keahlian dan profesinya yang diikutinya.
Program diselenggarakan melalui pendekatan
sesuai dengan alur dibawah ini:
Analisis Kebutuhan (need assessment)
Jenis
keterampilan yang dilaksanakan harus berdasarkan atas hasil identifikasi kebutuhan
kerja atau peluang usaha, dengan langkah-langkah penggalian informasi:
a. Peluang usaha/ kerja yang ada sesuai dengan
jenis keterampilan yang akan dilatihkan, misalnya menjadi pekerja perusahaan/industri,
salon, bengkel, dll.
b. Peluang usaha baru dengan memberdayakan
potensi sumber daya lokal.
Apabila
hasil identifikasi jenis keterampilan berpeluang usaha atau bekerja, maka jenis
keterampilan tersebut layak diusulkan menjadi program kegiatan kursus
4. Visi dan Misi Lembaga
Visi :
Mengembangkan Kejuruan/Vokasi IRVEC-EDU adalah terwujudnya lulusan pendidikan dan
pelatihan kejuruan/Vokasi jalur Luar Sekolah berstandar Nasional dan berstandar
Internasional melalui standar kompetensi SKKNI, SI dan Khusus.
Misi :
Mengembangkan pendidikan dan pelatihan
kejuruan/vokasi IRVEC_EDU adalah :
Mengembangkan
sistem pendidikan dan pelatihan kejuruan/vokasi yang adaptif, fleksibel dan
berwawasan global
Mengintegrasikan
pendidikan dan pelatihan kejuruan/ vokasi yang ber wawasan mutu dan keunggulan,
profesional dan berorientasi masa depan
Mewujudkan
layanan prima dalam upaya pemberdayaan Pendidikan dan Pelatihan luar Sekolah di
masyarakat
Mengembangkan
iklim belajar yang berakar pada norma dan nilai budaya bangsa Indonesia
5. Proses Kegiatan Pembelajaran
Untuk mempersiapkan
lulusan yang memenuhi kualifikasi dan kebutuhan pasar kerja diperlukan peningkatan
kompetensi lulusan,Pendekatan Kurikulum pada competency based training, life skills,
akademik keilmuan (scientific), broad based curriculum, dan production based
training. Keterpaduan implementasi pada dunia kerja riil akan
membentuk keterampilan dan etos kerja sesuai dengan tuntutan
industri.
Struktur dokumen pelaksanaan
kurikulum (terlampir) meliputi :
a.
Kurikulum dalam bentuk
silabus mengacu pada KKNI dan SKKNI
b.
Kualifikasi Pendidik dan
Tenaga Kependidikan S1 sesuai keahlian
c.
Fasilitas yang bisa
dipakai Lembaga.
d.
Biaya Pendidikan dan
Pelatihan setiap program
e.
Metode Pembelajaran
f.
Evaluasi dan
Sertifikasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar